Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2012

I'm so happy for you

Gambar
Love doesn't always ended in an accordance with what you dream of, but true love is when you lose someone you love, and you are still able to smile, saying: "I'm so happy for you" then you will always prayed for her even though she does not belong to you anymore.

Indeed, it hurts to love someone who does not love you, but to love someone and you never have the courage to express your love to him. That what hurt the most. You'll always haunted by the question "What if?".

It's very understandable that you grieve when you meet someone who means a lot to you, but in the end, you have to let her go. A person feels much more meaningful when she's no longer with us. A sense of regret, lonely, loss and longing-even continue to settle in your heart.

But in the end, love taught us how to let go. So, here I am, saying this to you. 
Goodbye lover, I hope you find the love that you dreamed of. I will always remember and miss you. Always :)



Be who you are :)

Gambar
Seorang cewek pernah bilang ke gw, "kalau kamu mau berubah mungkin aku bisa mencintai kamu. Semua tergantung kamu"...
Bullshit!!!
Kenapa bullshit? Ya buat apa kita jadi orang lain hanya untuk dicintai?
Trus nanti kalau "orang lain" itu pergi atau kamu memutuskan untuk jadi "orang lain" yang lain lagi gimana?

Mungkin bakal ada yang bilang, kalau dia emang worth it ya udah, itu namanya pengorbanan bung! Iya, gw juga ngerti. Tapi tetap aja, bukankah lebih mengasyikkan kalau kita mencintai sebagai diri kita sendiri dan dicintai karena diri kita sendiri. BUKAN standar cowok sempurna menurut si cewek. Pada dasarnya mencoba jadi orang lain ya sama saja bohong sama diri sendiri, dan kalau sejak awal berhubungan udah bohong, buat apa? Awalnya aja udah jelek dan ujung2nya pasti ada aja yang tersakiti.

Tapi kasusnya beda kalau lw emang punya bad habit, let say, suka ngaret atau demen bohong. Kalau itu gw setuju kita harus berubah, udah untung ada yang ngingetin. Tapi kal…

Great Music

Gambar
A great music. It tortures you to the deepest, it makes you cry. What are happiness and unhappiness? They Don't matter here. You are lost at the moment you listen to it and it's dangerously peaceful.

Well, great music, when it's done right, you can't do anything but to just let it absorb you and take you along for a ride. You have no choice but to concentrate on what's being said, the mood being conveyed, the give-and-take between the instruments. In the end, great music makes you want to go back to the beginning and relive what you just experienced. That's my definition of great music.

Jadi dewasa?

Gambar
Lets talk about being grown up...

Menjadi dewasa? Emang ada apa dengan menjadi dewasa?

Ngga ada yang salah sih, sangat normal malah, tapi kadang kita terperangkap dalam kedewasaan kita sendiri. Kita sering kali terjebak dalam dunia sebab akibat, kalau gw melakukan itu gimana ya? Ngga apa kan ya kalau aku makai baju itu? Duh, cewek itu cantik banget, kalau aku kenalan gimana ya? Konsekuensi dari apa yang kita lakukan jadi momok buat kita. I mean, kenapa ga "Just Do It", kayak iklan Nike itu.

Kadang gw kangen jadi anak-anak lagi, terutama kalau behubungan dengan seneng-senengnya. Pernah ngga kita memperhatikan anak-anak yang sedang main. Mereka begitu lepas, begitu bebas. Mereka tak ubahnya burung yang baru belajar terbang, sementara kita? Terperangkap dalam sangkar yang kita bangun sendiri. Kenapa sih kita ga bisa sesekali jadi anak-anak?

Yah.. Jadi anak-anak. Dulu gw pernah nyobain sih, ngerasain melakukan sesuatu tanpa dibawa ribet, tanpa peduli apa yang bakal terjadi. Ceritany…