How vulnerable we are,,,

baru tadi siang aku bertemu wanita itu...
ia sendiri.
menyendiri dari hiruk pikuk kampus yang tak pernah sepi. aku penasaran, sedang apa wanita secantik dia berdiam diri...??? kemanakah pacarnya, teman-temannya... atau paling tidak orang yang memiliki sedikit rasa peduli...???
perlahan aku mendekatinya...
matanya basah...
air mata telah menghapus jejak-jejak make up yang ia kenakan...tapi tetap, sisa-sisa keelokan wajah itu masih ada...masih membius setiap laki-laki yang menatapnya.
"apa liat-liat!!!". aku terhenyak...hardikannya membuyarkan lamunanku.
hmmm...sampai dimana tadi...??? aku bergumam sendiri.
perlahan aku menyodorkan tisu.
"cuma mau ngasih ini", ucapku.datar.
ia perlahan mengambil sebungkus tisu itu lalu mengeluarkan sehelai, matanya yang sembab menatapku heran...mungkin ia berpikir, sedang apa orang gila ini??? pakai ngasih tisu segala.
"thanks".samar-samar aku mendengar ucapannya itu...mungkin lebih mirip dengan bisikan...
sambil menghapus air matanya ia menatap kekejauhan.beberapa mahasiswa tengah tertawa,entah apa yang mereka tertawakan.entah menertawai dosen-sosen yang bertingkah aneh atau malah menertawai kami.
samar aku mendengar panggilan seseorang...aku menoleh,oh itu teman-temanku.rapat para asisten lab akan segera dimulai...hmmm...sayang,pa
dahal aku bisa berbincang sedikit lebih lama dengan wanita ini...atau paling tidak menenangkannya.
"sori...gw ada rapat...". ia menatapku acuh...tapi bisa kulihat sedikit getar dimatanya...apakah dia tidak rela aku pergi???ah...entahlah...
"jangan terlalu lama nangis...bikin jelek", ucapku...
mendengar ucapanku itu ia tersenyum.hmmm...jujur ia memang cantik...
ah...mereka memanggilku lagi...ia...ia...ucapku dalam hati.nggak sabaran amat sih...
lalu aku berbalik sambil berkata..."bye".
ketika aku baru melangkah terdengar ia memanggil...
"sori, tisunya ketinggalan"
"ambil aja", aku berkata.
"hei...nama kamu siapa???"
"hamzah"
setengah berlari aku menuju teman-temanku yang sudah menunggu. setegah berlari kami menuju lab yang berada di lantai paling atas.
hah...itulah hidup...pikirku...
kadang terpaan masalah begitu besarnya.begitu menghantam tiap-tiap kedewasaan kekar yang kita pelihara. bahkan seorang wanita cantik yang tampak tegar diluar bisa mengangis ketika permasalahan itu datang.
entah apa yang ia tangiskan...apa ia diputuskan pacarnya, orang tuanya meninggal, nilainya hancur, atau anjing kesayangannya mati...aku tak tahu, tak cukup waktu untuk menanyakan itu.
ah...sial...aku bahkan tak tahu namanya...


today, i just realize,how vulnerable we are...
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lembayung Bali - Saras Dewi

Kita...